POP ART

Mengenal Istilah Pop Art, Seni Modern yang Menginspirasi Banyak Seniman

Posted on

POP ART

UMICACHE – Banyak yang salah paham dengan istilah Pop Art yang kini banyak menjadi inspirasi dari karya seni modern. Agar tidak terjebak dalam mindset yang salah, mari kita mengenal Pop Art dalam arti yang sebenarnya.

Apa Itu Pop Art?

Pop Art merupakan salah satu aliran seni yang menjadikan hal-hal populer sebagai konsep atau tema dalam membuat sebuah karya.

Unsur kata “Pop” yang memiliki arti “Populer” ini sering diartikan bahwa Pop Art merupakan karya yang dihasilkan oleh seseorang yang populer. Ada juga yang mengartikan bahwa Pop Art adalah karya seni yang populer.

Jadi, jika karya tersebut booming di masyarakat barulah masuk dalam kategori Pop Art. Namun pada kenyataannya, pernyataan ini sangat jauh dari pengertian sebenarnya.

Karena yang unsur populer yang dimaksud adalah konsep, tema atau bentuknya. Jadi bukan tentang siapa yang membuatnya, melainkan apa yang dibuat. Unsur- unsur yang sering dijadikan objek Pop Art di antaranya:

  • Wajah atau sosok dari tokoh terkenal.
  • Barang sehari-hari yang mudah ditemukan
  • Hingga mengaplikasikan imajinasi dalam produk sehari-hari.

Pada era modern saat ini, Pop Art sering disandingkan dengan karya-karya beraliran futuristik. Sehingga orang akan langsung tertuju pada desain futuristik jika membicarakan soal Pop Art.

  1. Awal Kebangkitan Pop Art

Pop Art pertama kali diinisiasi oleh seorang kurator Museum Gaugenheim berkebangsaan Inggris bernama Lawrence Alloway.

Aliran ini muncul sebagai wujud perlawanan terhadap sikap angkuh sekelompok seniman yang menyatakan bahwa lingkup seni hanyalah barang eksklusif dan mahal.

Lawrence ingin menunjukkan pada dunia bahwa barang yang sering kita temukan sehari-hari harusnya masuk juga dalam kategori seni.

Beberapa seniman legendaris asal New York yang mempelopori Pop Art di antaranya adalah Claes Oldenburg, Andy Warhol, James Rosenquist dan Roy Lichtenstein.

Meski memiliki ciri khas tersendiri dengan sudut pandang yang berbeda, namun setiap karya yang mereka keluarkan memiliki kesamaan. Yakni menggunakan unsur yang sedang populer di masyarakat.

Pada intinya, kemunculan Pop Art merupakan bentuk perlawanan pemikiran bahwa seni harus bernilai suci. Karya seni populer juga merupakan aliran yang menentang mindset bahwa seni haruslah sulit dipahami dan hanya orang-orang seni lah yang mampu memahaminya.

  1. Konsep Aliran Pop Art

Sederhananya, aliran Pop Art akan menggunakan barang sehari-hari yang sama sekali tidak memiliki unsur seni sebagai bahan dasarnya.

Seniman Pop Art akan membuat produk ritel menjadi karya seni yang tidak kalah elegan namun tetap mempertahankan nilai fungsi dari barang tersebut. Sehingga, meski sudah memiliki nilai seni barang tersebut masih bisa digunakan dengan baik.

Menggunakan tokoh populer sebagai alat untuk berkarya juga dilakukan dalam aliran Pop Art. Bukan untuk mendorong agar hasil karyanya ikut populer, tokoh yang digunakan hanya sebatas objek atau model saja.

Tak jarang, penggunaan tokoh populer dalam Pop Art dilakukan sebagai media penyampaian kritik pada situasi tertentu.

Kenyataan bahwa kebanyakan seniman saat ini bekerja di bawah perusahaan sebagai desainer komersil membuat para seniman Pop Art lebih mengedepankan karya bertema komersil tanpa mengedepankan sisi seni tradisional.

Mereka mengesampingkan sisi agung dan rumit dari sebuah seni dan lebih mengedepankan nilai guna sebuah karya. Jadi, meski bertajuk barang sehari-hari, masih ada nilai seni yang bisa dinikmati.

Tokoh Pop Art Indonesia

Salah satu tokoh aliran Pop Art yang paling terkenal dari Indonesia adalah Wedha Abdul Rasyid.

Ia merupakan seniman yang mencetuskan Gerakan WPAP atau Wedha Pop Art, dimana ia menggabungkan seni Lukis kubisme dengan Pop Art. Uniknya, Gerakan ini muncul ketika Wedha dipaksa harus mencari cara baru dalam membuat ilustrasi wajah di masa tua. Masa dimana penglihatannya mulai terganggu.

Selain seniman Pop Art Indonesia, dunia juga mengenal beberapa tokoh seniman internasional yang dikenal sebagai legenda Pop Art dunia, di antaranya ialah:

  • Roy Lichtenstein, dikenal sebagai penangkal kritikan Gerakan Pop Art. Karyanya memiliki ciri khas yakni memadukan gambar tangan dan reproduksi mekanis yang dibantu dengan teknologi.
  • Andy Warhol, salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam dunia Pop Art. Ciri khas karyanya adalah penggunaan cetak sablon dalam membuat lukisan. Beberapa objek yang identik dengan Warhol adalah lukisan Marilyn Monroe dan Kaleng Sup Campbell.
  • Claes Oldenburg, karyanya merupakan wujud eksperimen berbagai efek pemindahan. Objeknya sering kali merupakan kombinasi antara patung, lukisan dan benda dikehidupan nyata.
  • James Rosenquist, salah satu tokoh Pop Art yang identik dengan lukisan berupa kolase dan fragmen gambar yang disandingkan antara satu sama lain. Uniknya, gambar yang dibuat kolase ini diambil dari media massa atau iklan.

Karakteristik Seni Pop Art

Sebenarnya, akan sangat mudah mengenali sebuah karya Pop Art. Hanya dengan melihat objek yang ditampilkan, seseorang pasti sudah bisa menebak itu adalah Pop Art. Namun, beberapa karakteristik lain yang perlu anda tahu tentang aliran ini adalah:

  • Terdiri dari warna-warna yang cukup berani, seperti merah, kuning dan biru. Dominasi warnanya adalah warna cerah dan terang seperti kombinasi komik strip.
  • Mengandung objek atau bentuk khas yang biasanya memiliki tujuan menyindir objek yang digunakan.
  • Menggunakan barang komersil yang sedang populer pada masa itu
  • Bisa diproduksi secara masal dengan harga jual yang lebih murah dari karya seni lainnya. Ini karena bahan yang digunakan Pop Art biasanya mudah ditemukan dan harganya juga murah.
  • Karya Pop Art cenderung mudah dilupakan karena tiap masanya akan ada karya lain yang membuat karya sebelumnya terlupakan.

Itulah beberapa hal yang perlu anda tahun untuk mengenal Pop Art. Selain menjadi karya seni yang dinikmati keindahannya, tak jarang, Pop Art juga digunakan untuk menyindir atau mengkritisi sebuah fenomena atau tokoh. (Redaksi: SLOT DEPO PULSA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *