[CLOSE]
  • Rabu, 16 Jun 2021
  •  

Harus Tahu Lima Asosiasi Arsitek Kritik Desain Bangunan Istana di Ibu Kota Baru Negara Baru

Harus Tahu Lima Asosiasi Arsitek Kritik Desain Bangunan Istana di Ibu Kota Baru Negara Baru

Harus Tahu Lima Asosiasi Arsitek Kritik Desain Bangunan Istana di Ibu Kota Baru Negara Baru (Tribun)

UmiCache.com - Laporan Wartawan Tribunnews, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru saja mengumumkan desain Istana Negara untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Desain gedung megah itu memiliki bentuk menyerupai burung garuda yang tampak gagah sebagai lambang negara Indonesia.

Burung Garuda itu tercermin dari bangunan yang memilki kepala di bagian tengah atasnya disertai kedua sisi yang menyerupai sayap.

Namun, desain gedung istana tersebut menuai kritik dari kalangam profesional arsitektur.

Ada lima asosiasi yang memprotes desain tersebut, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perancangan Wilayah dan Kota (IAP).

I Ketut Rana Wiarcha, Ketua IAI, mengatakan kalau rancangan ini justru kurang mencerminkan kemajuan peradaban, terutama pada era digital sesuai sekarang.

Menurutnya, sudah menjadi keharusan gedung istana menjadi contoh bangunan yang secara teknis mencirikan bagaimana prinsip pembangunan rendah karbon.

Senada dengan IAI, Prasetyoadi, Anggota GBCI mengatakan kalau desain sesuai ini tidak fungsional. Ia juga mempertanyakan kapasitas rancangan desain milik Nyoman Nuarta yang seorang pematung dan pernah menggarap proyek Garuda Wisnu Kencana Bali, bukan seorang arsitektur.

Selain itu, ia juga menyatakan keresahannya karena pembangunan gedung ini dilakukan secara tertutup.

Garudha Land Stage

Netizen juga ramai komentar rancangan desain ini mengingatkan dengan salah satu panggung festival musik Djakarta Warehouse Project atau DWP.

Seperti diketahui, festival musik elektronik itu memiliki panggung utama bernama Garudha Land Stage.

Garudha Land merupakan landmark stage DWP sebagai ciri khas festival musik tahunan itu. Desain Garudha Land juga memiliki filosofi sesuai burung garuda yang siap mengepakkan sayap dengan lebar, berkepala mirip rajawali lengkap dengan sorotan mata yang tajam.

Hanya saja, panggung Garudha Land sejak 2013 lalu memiliki desain yang selalu diperbarui untuk meramaikan festival.

Panggung besar yang dipadukan teknologi laser dan lighting yang ciamik menjadi tempat penampil DJ papan atas dunia sesuai Calvin Harris, Martin Garrix, Zedd hingga Steve Aoki.

Desain istana untuk IKN dan panggung Garudha Land sepintas memiliki kemiripan terutama pada kepala garuda dan sayap. Hanya saja Garudha Land dibuat tinggi bahkan menyerupai robot karena peruntukkannya yang lebih modern dan bersifat komersil untuk sebuah acara.

Sebagai informasi, desain Istana di IKN baru tersebut dipilih melalui sayembara yang diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) beberapa bulan lalu.

Karya I Nyoman Nuarta ini terpilih sebagai pemenang dan dia dikenal juga sebagai seorang pekerja karya seni yang menggarap patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Rancangan desain istana untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru itu diketahui akan dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Di lokasi itu pula terdapat titik nol ibu kota baru yang sudah diletakkan batu pertama menampilkan burung garuda raksasa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, di lokasi gedung itu akan dilakukan peletakkan batu pertama atau ground breaking oleh presiden setelah semua master plan dan detail plan sudah siap.

Filosofi

Mengenai filosofi, bangunan istana berbentuk burung garuda itu ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kuat. Ada delapan tema filosofis yang diterapkan dalam bangunan itu.

Kedelapan tema itu adalah kondisi alam, semboyan bhinneka tunggal ika, terhubung, aktif, mudah akses, rendah emisi karbon, sirkuler, aman dan terjangkau, nyaman, serta efisiensi teknologi.

Selain itu, bangunan itu merupakan representasi peluang ekonomi yang kuat dan menyeluruh bagi semua.

Salah satu wujud dari tema utama pembangunan istana ini adalah masyarakat dapat menjangkau dengan transportasi umum dalam 10 menit.

Selain itu, desainnya juga berada dalam kawasan hutan lindung dengan 75 persen lingkungan alami yang terbuka dan mengelilingi gedung.

Bahkan, desain ini diklaim akan mendorong IKN menjadi kota layak huni terbaik dunia dan bukti bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya berfokus di pulau jawa.



Total dibaca: 28x | Berikan Komentar!


Bayu Setiawan
Penulis : Bayu Setiawan
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia