[CLOSE]
  • Rabu, 16 Jun 2021
  •  

Lagi Viral, Data Kematian di India Dianggap Tidak Sesuai Jumlah Mayat yang Dikremasi Akibat Covid19

Lagi Viral, Data Kematian di India Dianggap Tidak Sesuai Jumlah Mayat yang Dikremasi Akibat Covid19

Lagi Viral, Data Kematian di India Dianggap Tidak Sesuai Jumlah Mayat yang Dikremasi Akibat Covid19 (Tribun)

UmiCache.com - Jumlah kematian harian di India meningkat secara tajam pada gelombang kedua penyebaran virus corona (Covid-19), negara itu telah melaporkan terjadi 1.761 kematian pada hari Senin lalu.

Angka ini membuat jumlah warga yang meninggal akibat Covid-19 menjadi lebih dari 180.000 sejak pandemi dimulai pada awal 2020.

Proses krematorium pun telah berlangsung di beberapa kota di India, baik siang juga malam.

Bahkan banyak keluarga yang harus menunggu selama berjam-jam agar jenazah anggota keluarga mereka yang meninggal karena virus ini dapat dikremasi atau dikuburkan.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (21/4/2021), para ahli mengatakan fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah kematian di negara itu pada gelombang kedua penyebaran Covid-19 sebenarnya dapat jauh lebih tinggi.

Sanjeev Gupta, seorang jurnalis foto yang tinggal di kota Bhopal di India tengah, menjalani peliputan foto pada salah satu krematorium kota.

Perlu diketahui, kota Bhopal hanya melaporkan 4 kematian terkait Covid-19 pada beberapa hari lalu.

Namun Gupta terkejut melihat lusinan pembakaran kayu di pemakaman setempat.

Selain itu, beberapa jenazah pun dibuat 'berbaris' untuk dikremasi secara bersamaan di tungku listrik.

Gupta mengaku tersentuh saat seorang pemuda memintanya untuk memotret asap yang keluar dari cerobong asap krematorium listrik.

"Ia bilang asap itu mewakili ibunya, itu hal paling memilukan yang pernah saya dengar," kata Gupta.

Sementara itu Jurnalis foto lainnya di kota Lucknow, yang merupakan ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, mengatakan bahwa ia menghitung hampir 100 pembakaran kayu di salah satu krematorium kota di kota itu pada 14 April lalu.

Data resmi untuk seluruh negara bagian pada hari itu mencatat hanya 85 kematian akibat virus ini.

"Langit sudah jingga di dekat krematorium, tapi saya masih merinding memikirkannya. Kami pasti tidak memperoleh data kematian yang benar-benar valid dari pemerintah," kata dia.

Selanjutnya, Jurnalis foto lainnya di kota Varanasi di negara bagian Uttar Pradesh juga berbicara tentang perbedaan serupa, terkait data kematian yang tidak sebanyak fakta di lapangan.

Para ahli pun menilai ada beberapa ungkapan terkait hal ini, satu diantaranya adalah banyak orang yang meninggal di rumah karena tidak memperoleh perawatan di rumah sakit atau tidak dapat menjalani tes Covid-19.

Jadi, mereka tidak masuk dalam database yang dikelola oleh negara bagian.

Karena fasilitas untuk menjalani tes Covid-19 di kota-kota kecil di negara itu termasuk dalam kategori yang buruk.



Total dibaca: 24x | Berikan Komentar!


Susi Azizah
Penulis : Susi Azizah
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia