[CLOSE]
  • Rabu, 12 May 2021
  •  

Parah! Militer Myanmar Tawarkan Gencatan Senjata ke Milisi Etnis

Parah! Militer Myanmar Tawarkan Gencatan Senjata ke Milisi Etnis

Parah! Militer Myanmar Tawarkan Gencatan Senjata ke Milisi Etnis (Cnn)

UmiCache.com - Militer Myanmar menawarkan gencatan senjata selama satu bulan setelah mereka terlibat pertempuran dengan kelompok etnis bersenjata di perbatasan, Rabu (31/3).

Namun, selama gencatan senjata itu, militer tetap akan memberikan respons keras atas aksi yang dianggap mengganggu keamanan dan administrasi pemerintahan.

Seperti dikutip dari Associated Press, militer Myanmar berhadapan dengan kelompok-kelompok etnis bersenjata di area perbatasan. Beberapa di antaranya adalah Tentara Arakan di Rakhine dan Tentara Kemerdekaan Kachin yang menyerang pos-pos Militer Myanmar di kota Shwegu.

Kelompok-kelompok etnis bersenjata tersebut sudah menyatakan bahwa mereka menolak kudeta Myanmar dan akan membalas aksi junta militer.

Situasi Myanmar kian tak menentu akibat gejolak setelah kudeta militer.

Kelompok oposisi meminta bantuan kepada milisi etnis supaya mau melindungi mereka dari kejaran aparat Myanmar.

Gejolak itu membuat kelompok milisi Myanmar, baik yang masih aktif juga sudah membubarkan diri, ikut terseret dalam pusaran konflik. Hal itu terbukti dengan meningkatnya frekuensi kontak senjata antara kedua belah pihak.

Mereka merangkul kelompok etnis minoritas bersenjata untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah militer. Mereka ingin membentuk tentara federal sebagai penyeimbang angkatan bersenjata pemerintah.

Sejulah kelompok besar, termasuk Kachin, Karen di timur dan Tentara Arakan secara terbuka mengecam kudeta tersebut dan menegaskan akan membela pengunjuk rasa di wilayah yang mereka kuasai.

Sementara itu tawaran gencatan senjata dari militer belum menerima respons.

Tidak ada reaksi langsung terhadap pengumuman gencatan senjata dari pasukan etnis minoritas.

Setidaknya 536 orang tewas sejak kudeta 1 Februari lalu. Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar mengatakan jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih banyak. (dea)

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Gelombang Demo Antikudeta Myanmar”



Total dibaca: 17x | Berikan Komentar!


Redo Prakoso
Penulis : Redo Prakoso
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia