[CLOSE]
  • Jumat, 23 Apr 2021
  •  

Update Terbaru, Serangan Sampah Demonstran Myanmar hingga Rusia Buka Suara

Update Terbaru, Serangan Sampah Demonstran Myanmar hingga Rusia Buka Suara

Update Terbaru, Serangan Sampah Demonstran Myanmar hingga Rusia Buka Suara (Cnn)

UmiCache.com - Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (31//3). Mulai dari demonstran Myanmar menggencarkan serangan sampah untuk melawan militer hingga Rusia buka suara soal kekerasan junta.

1. Serangan Sampah, Taktik Baru Demonstran Myanmar Lawan Junta

Setelah berbagai upaya berujung kematian demonstran, kini pengunjuk rasa anti-kudeta Myanmar menggencarkan "serangan sampah" untuk melawan junta militer.

Melalui jejaring sosial, para aktivis mengajak masyarakat membuang sampah di persimpangan-persimpangan jalan penting di Kota Yangon pada Selasa (30/3).

"Serangan sampah ini merupakan serangan untuk melawan junta. Semua orang boleh ikut serta," demikian tulisan di poster yang tersebar di media sosial, sesuai dikutip Reuters.

Jagat maya Myanmar pun diramaikan dengan foto-foto tumpukan sampah yang sengaja dibuang di berbagai jalan kota.

2. Myanmar Kian Mencekam, PBB Gelar Pertemuan Darurat

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar pertemuan secara tertutup membahas situasi diMyanmar besok, Rabu (31/3) setelah korban jiwa terus berjatuhan.

Melansir AFP, salah seorang diplomatik menyebutkan Inggris telah menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di negara yang tengah dilanda kudeta, pada hari Senin (29/3).

Namun belum diketahui apakah Dewan Keamanan PBB akan menyetujui deklarasi baru di pertemuan akhir itu, sebab membutuhkan suara dari para anggota termasuk Rusia dan China.

3. Rusia Akhirnya Buka Suara soal Kekerasan Junta Myanmar

Rusia mengaku sangat prihatin dengan jumlah korban yang terus bertambah sejak aksi damai menolak kudeta militer Myanmar berlangsung.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan meski Rusia memiliki hubungan lama dan "konstruktif" dengan Myanmar, akan tetapi bukan berarti mereka menyepakati peristiwa tragis di negara tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil," kata Peskov, Senin (29/3) sesuai dikutip dari AFP.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin dan pejabat lainnya bergabung dalam parade tahunan yang memamerkan kehebatan militer Myanmar pada akhir pekan lalu.

(dea)



Total dibaca: 8x | Berikan Komentar!


Susi Azizah
Penulis : Susi Azizah
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Nina Vina Lovenya
31 Mar 2021, 07:00 WIB

bagus sekali

* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia