[CLOSE]
  • Jumat, 23 Apr 2021
  •  

Sedang Viral, Erick Thohir Pastikan Tidak Ada Halangan Bagi China Berinvestasi di Indonesia

Sedang Viral, Erick Thohir Pastikan Tidak Ada Halangan Bagi China Berinvestasi di Indonesia

Sedang Viral, Erick Thohir Pastikan Tidak Ada Halangan Bagi China Berinvestasi di Indonesia (Tribun)

UmiCache.com - Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakinkan investor asal China untuk dapat berinvestasi di Indonesia. 

Terutama investasi terkait pembangunan dan pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle Battery/ EV Baterry) di tanah air.

Menurut Erick, dirinya bersama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), siap menyelesaikan berbagai permasalahan apabila investor tersebut mengalami kesulitan untuk berinvestasi di negera ini.

"Kami Kementerian BUMN memastikan juga bahwa bila (investor) ada kesulitan apapun di lapangan, tentu kami bekerja sama dengan BKPM," jelas Menteri Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/4/2021).

"Hal tersebut untuk memastikan, agar dapat menyelesaikan segala halangan yang dapat membuat tidak melancarkan investasi ini dengan tepat waktu," lanjutnya.

Seperti diketahui, Menteri Erick Thohir, hari ini (2/4/2021) menjalani kunjungan kerja ke Tiongkok.

Salah satu tujuannya untuk membahas kerjasama terkait pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle Battery/ EV Baterry).

Dalam hal ini Menteri Erick bertemu dengan perwakilan dari CBL yang merupakan konsorsium Tiongkok yang terdiri dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend.

Konsorsium ini bermitra dengan konsorsium BUMN yang terdiri dari MIND ID, Pertamina, PLN, dan Antam untuk pengembangan EV Battery.

"Kami rapat terkait pembangunan EV Baterry. Yaitu antara konsorsium PLN, Pertamina, dan tentunya MIND ID, dengan perusahaan besar CATL dan CBL," jelas Erick.

Dirinya melanjutkan, rapat dengan perusahaan asal Tiongkok ini bertujuan untuk memuluskan kerjasama.

Sehingga, pembangunan dan pengembangan industri baterai ini dapat berjalan tepat waktu.

Erick menyebutkan, nilai investasi yang diberikan CATL untuk proyek industri baterai ini senilai USD 5 miliar.

"Total investasinya USD 5 miliar. Yang ingin dipastikan keberlanjutan partnership ini memang dapat berjalan on time. Bahkan, dapat dipercepat," pungkasnya.



Total dibaca: 12x | Berikan Komentar!


Riko Satria
Penulis : Riko Satria
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia