Thomas Cormswell

Fakta Mengenai Thomas Cromwell yang Berperan Besar Dalam Pemisahan Gereja Katolik Roma dan Protestan Inggris

Posted on

UMICACHE – Thomas Cromwell adalah salah satu penasihat utama Henry VIII. Raja Inggris yang terkenal karena memiliki enam istri dan memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma. Berikut adalah beberapa fakta tentang Thomas Cromwell, tokoh penting dalam pemisahan Gereja Katolik Roma dan Protestan Inggris.

Cromwell memiliki peran besar dalam membawa Reformasi ke Inggris, membubarkan biara-biara, dan memperkuat kekuasaan kerajaan. Tak hanya itu, Cromwell juga menjadi tokoh kontroversial dalam sejarah Inggris. Bahkan beberapa orang menyebut Cromwell sebagai salah satu arsitek dibalik Reformasi Inggris. Kebalikannya, ada yang menyebut juga bahwa ia adalah seorang tiran yang korup dan kejam.

Anak Seorang Pandai Besi

Thomas Cromwell lahir sekitar tahun 1485 (tanggal pastinya tidak diketahui). Ia sebagai anak seorang pandai besi dan pedagang yang sukses, Walter Cromwell. Tidak banyak yang diketahui dengan pasti tentang pendidikan atau masa mudanya, selain bahwa ia bepergian di Eropa daratan.

Menurut ceritanya sendiri, ia mungkin pernah menjadi tentara bayaran untuk sementara waktu. Tetapi kemudian dikatakan ia juga pernah bekerja di rumah tangga Francesco Frescobaldi, seorang bankir Florentine. Dia belajar beberapa bahasa dan mengembangkan jaringan kontak yang luas dan berpengaruh di Eropa.

 

Menetap Sebagai Seorang Pedagang

Setelah kembali ke Inggris, sekitar tahun 1512, Cromwell menetap sebagai seorang pedagang di London. Tahun-tahun membangun kontak dan belajar dari pedagang-pedagang di benua telah memberinya bakat bisnis yang baik. Namun, hal ini tidak memuaskannya. Ia mulai berpraktik sebagai pengacara dan terpilih sebagai anggota Gray’s Inn. Itu merupakan salah satu dari empat Inn of Court di London, pada tahun 1524.

 

Naik Daun di Bawah Kardinal Wolsey

Kecerdasan Cromwell dicatat oleh Kardinal Wolsey, yang saat itu adalah Lord Chancellor dan penasihat terpercaya Henry VIII. Pada tahun 1524, Cromwell menjadi anggota rumah tangga Wolsey. Lalu setelah bertahun-tahun melayani dengan setia, Cromwell diangkat sebagai anggota dewan Wolsey pada tahun 1529. Dengan begitu, itu berarti ia adalah salah satu penasihat paling dipercaya kardinal.

 

Diperhatikan Sang Raja

Cromwell berhasil bangkit dari puing-puing kejatuhan Wolsey yang gagal membuat raja bercerai. Keberaniannya, kecerdasannya, dan kesetiaannya mengesankan Henry. Melihat itu, Raja memandang Cromwell dan bakatnya sangat dibutuhkan dalam proses perceraiannya. Selanjutnya, Cromwell mulai mengarahkan perhatiannya pada ‘Masalah Besar Sang Raja’.

 

Pemimpin Reformasi Inggris

Bisa dikatakan bahwa Cromwell adalah orang yang paling bertanggung jawab pada Reformasi ke Inggris. Yaitu perubahan agama dari Katolik Roma menjadi Protestan. Perannya dalam meyakinkan Henry VIII untuk memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma. Kemudian diikuti dengan mendeklarasikan diri Raja sebagai Kepala Gereja Inggris pada tahun 1534.

Bukan hanya itu, Cromwell juga mengawasi pembubaran biara-biara di Inggris. Itu berarti bahwa semua tanah dan harta milik gereja disita oleh kerajaan. Selanjutya, Cromwell juga mendorong terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris, sehingga orang-orang biasa dapat membacanya sendiri.

 

Orang yang Menikahkan Henry VIII dengan Anne of Cleves

Salah satu tindakan Cromwell yang paling berpengaruh adalah menikahkan Henry VIII dengan Anne of Cleves. Anne ialah seorang putri Jerman, pada tahun 1540. Di balik pernikahan tersebut, Cromwell berharap bahwa pernikahan ini akan memperkuat aliansi dengan negara-negara Protestan di Eropa. Terutama untuk melawan ancaman Kaisar Romawi Suci Charles V.

Namun, pernikahan ini menjadi bencana, karena Henry VIII tidak menyukai penampilan Anne of Cleves. Henry VIII merasa tertipu oleh Cromwell dan mulai mencari cara untuk membatalkan pernikahan tersebut.

 

Dieksekusi karena Tuduhan Pengkhianatan

Pada tanggal 10 Juni 1540, ia ditangkap dengan tuduhan pengkhianatan, mengada-ada, dan korupsi. Tuduhan-tuduhan ini mungkin didorong oleh musuh-musuhnya di istana. Terutama kaum konservatif yang menentang Reformasi dan ingin mengembalikan Gereja Katolik Roma.

Bukan itu saja, Cromwell juga dicurigai telah merencanakan kudeta untuk merebut takhta dari Henry VIII. Selanjutnya Cromwell ditahan di Menara London dan disiksa untuk mengaku. Lalu pada tanggal 28 Juli 1540, ia dieksekusi dengan cara dipenggal di Tower Hill. Kepalanya dipajang di London Bridge sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani melawan raja.

Sekian artikel mengenai fakta mengenai Thomas Cromwell yang berperan besar dalam pemisahan Gereja Katolik Roma dan Protestan Inggris. Semoga artikel tadi bisa menambah wawasan baru, terutama dalam hal sejarah. (redaksi: Slot Depo Pulsa Tanpa Potongan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *