[CLOSE]
  • Rabu, 12 May 2021
  •  

Bagaimana Bisa? IFAD Kagumi Teknologi AWR Kementan

Bagaimana Bisa? IFAD Kagumi Teknologi AWR Kementan

Bagaimana Bisa? IFAD Kagumi Teknologi AWR Kementan (Kompas)

UmiCache.com -  International Fund for Food and Agriculture (IFAD) mengaku kagum dengan penggunaan teknologi tinggi pertanian yang dituangkan dalam Agriculture War Room (AWR) oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Ivan, AWR memiliki kegunaan dan potensi yang besar dalam memberikan informasi yang akurat bagi petani di Indonesia.

“Teknologi tinggi yang diterapkan AWR dapat sangat membantu para petani dalam memberikan informasi yang tepat, kapan petani harus tanam juga panen. Saya kagum melalui AWR kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi dari seluruh wilayah di Indonesia," ujar Director/Kepala Perwakilan IFAD Ivan Cossio Cortez dalam siaran pers, Selasa (27/4/2021).

Lebih lanjut Ivan mengungkapkan petani Indonesia sudah memiliki kemampuan dalam mengolah laha secara produktif, akan tetapi peran Kementan dalam mensinkronisasikan cara tradisional ke dalam pertanian modern dini;ai sangat baik, sehingga petani memperoleh nilai tambah dan keuntungan yang lebih.

“Dukungan program yang dilakukan Kementan terhadap hasil produksi Petani tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, akan tetapi juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara lebih luas, sehingga secara ekonomi dapat mendorong peningkatan pendapatan petani,“ ungkapnya.

Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menghargai upaya IFAD untuk menjalani sinergi dalam mendukung program nasional yang dilaksanakan Kementan, sesuai meningkatkan produktivitas, akses pasar dan layanan keuangan pada program Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project (IPDMIP).

Begitu pula dengan mendorong tumbuhnya agripreneur dan petani milenial pada program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) ataupun pengembangan agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan pada program UPLAND.

“Saya mengapresiasi dukungan dan fleksibilitas yang diberikan IFAD kepada manajemen program dalam menjalani penyesuaian implementasi kegiatan di lapangan, khususnya di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi secara rinci menyebutkan Kementan telah bekerja sama dengan IFAD melaksanakan program IPDMIP, READSI, dan YESS.

Kegiatan utama dari program tersebut antara lain, digitalisasi pertanian melalui penguatan kostratani di 5.733 BPP di seluruh Indonesia, dan pembangunan petani pengusaha milenial.

“AWR dijadikan sebagai pengelola data pertanian dari kostratani. Di saat yg sama AWR juga digunakan untuk memonitor standing crop tanaman padi di seluruh Indonesia. Informasi ini hingga level kecamatan yangg dapat diverifikasi,” jelasnya.

Selain itu ada juga kerjasama lainnya yaitu membangun 2,5 juta petani milenial dengan memberikan pelatihan tematik, mendampingi petani milenial, hingga mereka berhasil berwirausaha.

Sebagai informasi, IFAD berperan dalam pembiayaan pembangunan pertanian di seluruh negara anggota, termasuk Indonesia. Selama periode tahun 1980 sampai 2020, IFAD telah memberikan dukungan pendanaan untuk pembangunan pertanian di Indonesia dengan total nilai sekitar 669,5 juta dollar AS. Anggaran ini dialokasikan melalui pendanaan 20 proyek yang tersebar di sejumlah provinsi dengan total penerima manfaat hingga 3.904.000 KK.



Total dibaca: 14x | Berikan Komentar!


Nina Vina Lovenya
Penulis : Nina Vina Lovenya
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Riko Satria
27 Apr 2021, 15:22 WIB

info yang sangat menarik

* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Video Populer

Hosting Unlimited Indonesia