[CLOSE]
  • Jumat, 23 Apr 2021
  •  

Tahukah Kamu? Milisi: 12 Ribu Orang Kabur Akibat Gempuran Militer Myanmar

Tahukah Kamu? Milisi: 12 Ribu Orang Kabur Akibat Gempuran Militer Myanmar

Tahukah Kamu? Milisi: 12 Ribu Orang Kabur Akibat Gempuran Militer Myanmar (Cnn)

UmiCache.com - Milisi etnis Karen menyatakan bahwa sekitar 12 ribu warga di perbatasan Myanmar dengan Thailand kabur dari tempat tinggal mereka akibat gempuran junta militer dalam pada 27-30 Maret lalu.

"Serangan udara membuat 12 ribu orang kabur dari desa-desa mereka dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar," demikian pernyataan milisi Serikat Nasional Karen (KNU) yang dikutip AFP, Sabtu (3/4).

Mereka pun mengecam penggunaan "kekuatan berlebihan dengan menjalani pengeboman dan serangan udara tak henti, menyebabkan kematian banyak orang, termasuk anak-anak."

Meski demikian, juru bicara junta militer, Zaw Min Tun, berdalih bahwa mereka hanya menggempur Brigade ke-5 KNU yang menyerang markas-markas militer dan menewaskan aparat.

"Kami juga hanya menjalani serangan di hari itu saja," ujar Zaw.

Ia kemudian membahas bahwa junta militer juga sudah menandatangani kesepakatan gencatan senjata.

"Kami sudah menandatangani kesepakatan gencatan senjata nasional. Jika mereka mau mengikuti perjanjian itu, konflik semacam itu tak akan terjadi," ucapZaw.

Militer memang mendeklarasikan gencatan senjata secara sepihak pada Kamis (1/4) lalu. Dalam kesepakatan sepihak itu, militer berjanji tidak akan menyerang kelompok etnis.

Namun, junta militer menegaskan bahwa mereka akan bertindak jika ada milisi etnis yang menjalani serangan terlebih dulu.

Junta mendeklarasikan sepihak gencatan senjata ini setelah sejumlah milisi etnis dari berbagai daerah perbatasan Myanmar menyatakan penolakan mereka terhadap kudeta militer.

Tak sekadar bicara, KNU bahkan sudah melancarkan serangan ke salah satu markas aparat pada awal pekan lalu. Militer pun balas dendam dengan melancarkan serangan udara ke Kayin, tempat KNU bermarkas.

Akibat gempuran itu, sekitar 3.000 warga kabur ke Thailand. Negara tetangga itu pun langsung meminta junta militer agar menghentikan kekerasan. (has)



Total dibaca: 12x | Berikan Komentar!


Nina Vina Lovenya
Penulis : Nina Vina Lovenya
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia