[CLOSE]
  • Rabu, 12 May 2021
  •  

Parah! 23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Parah! 23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Parah! 23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi (Kompas)

UmiCache.com - Sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan di India. Namun, demonstrasi UU Kewarganegaraan India itu tidak semuanya berakhir ricuh, karena ada juga yang berlangsung sunyi.

Sekitar 300 warga Delhi berkumpul di India Gate pada Selasa malam (25/2/2020) menyalakan lilin pertanda protes menolak kerusuhan yang merebak di India.

Seorang warga lokal bernama Dushyant mengaku, ia menghadiri perkumpulan ini untuk mengenang mereka yang tewas dan korban-korban yang dirawat di rumah sakit.

"Kami tidak akan lupa dari mana kebencian ini berasal. Kami juga tidak melupakan apa dampak kebencian ini pada negara," ucapnya dikutip dari The Wire.

Dushyang juga menyebut kerusuhan ini didalangi negara. Dia meminta keadlilan ditegakkan bagi mereka yang kehilangan nyawa saat menjalani aksi.

"Hukum di Delhi berada di bawah pemerintah pusat. Dalam skenario terbaiknya, dapat saja hukum ini gagal mengadili atau memang dibuat sedemikian rupa demi persekongkolan," lanjutnya.

Kemudian seorang wanita yang enggan disebut namanya, mengatakan kepada The Wire bahwa dirinya mendengar orang-orang berkumpul untuk menjalani aksi protes sunyi, dan ia memutuskan untuk bergabung.

"Jadi aku bergabung, karena aku kecewa. Aku termasuk warga negara yang prihatin. Aku sudah melihat kerusuhan 1984, kerusuhan 2002 (di Gujarat), dan kali ini 2020. Ini seharusnya tidak terjadi," tuturnya.

Sementara itu Vani Subramanian yang merupakan anggota grup wanita Saheli Trust mengatakan, ini adalah unjuk rasa paling damai untuk hukum yang sangat diskriminatif.

"Mereka sangat menginspirasi, sangat menawan, unjuk rasa paling damai untuk menentang hukum yang diskriminatif," katanya.

"Dan ketika kamu merasa masih dapat melanjutkan hidup dalam suasana politik yang memanas ini, ketika rakyat dapat bersuara, kami dengar banyak ujaran kebencian menyelimuti ibu kota negara sebelum dan sesudah pemilu di Delhi."

"Jadi sekarang kita melihat peristiwa ini dan polisi cuma melihatnya tanpa menolong. Lantas apa yang dapat dilakukan seorang rakyat biasa?" lanjutnya.

Para "demonstran sunyi" ini duduk di dekat barikade polisi yang menutup akses masuk ke monumen.

Inspektur Polisi Jagvir Singh mengungkapkan, sudah ada aturan di India untuk menutup pintu masuk ke India Gate mulai pukul 19.30 malam selama musim dingin.

Meski demikian sejumlah polisi tetap berjaga di lokasi kegiatan.

Lilin-lilin kemudian dinyalakan para peserta aksi untuk melangsungkan kegiatan, tepat di luar barikade polisi.

Kerusuhan di India terjadi karena pro-kontra masyarakat tentang UU Kewarganegaraan India.

UU ini dinilai merugikan umat Muslim karena memberi amnesti untuk imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Kerusuhan merebak mulai Minggu (23/2/2020) dan sampai hari ini (26/2/2020) telah menewaskan 23 orang, menurut laporan dari BBC.



Total dibaca: 12x | Berikan Komentar!


Putri Cantika
Penulis : Putri Cantika
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Ahmad Taulany
18 Apr 2021, 07:00 WIB

info yang sangat menarik

* Komentar telah dinonaktifkan untuk artikel ini *
Hosting Unlimited Indonesia